TEMPLATE JURNAL TULIP PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

Admin Web/ November 26, 2020/ Akademik/ 0 comments

Tulip 8 (1) (2020) : 167-186 (contoh)

TULIP

J u r n a l P e n d i d i k a n B a h a s a I n g g r i s http://journal.stkip.banten.ac.id/tulip (contoh)

TEMPLATE

Judul Ditulis Secara Singkat Kurang Dari 15 Kata Dengan Time New Roman

(Kapitalisasi Setiap Kata)

Penulis1 (Dospem satu), Penulis2 ( nama Dospem dua), dan Penulis3 (Mahasiswa)

1 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

2Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Banten

3 Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris

Penulis Korespondensi: Penulis satu@mail.com1, Penulis dua@mail.com2, penulis tiga@mail.com3

Artikel Learning Spiking for Student
Penerima: Oktober, 2020 Diterima: Desember, 2020 Dipublikasikan: Juni, 2021

Abstract

The abstract is filled with research objectives, research methods, results, and conclusions. The length of an abstract is no more than 150 words for each Indonesian and English. Abstract is written in a 10pt Corbel font.

Abstrak

Abstrak diisi dengan tujuan penelitian, metode penelitian, hasil, dan simpulan. Abstrak tidak lebih dari 150 kata untuk masing-masing Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ditulis dengan font Corbel ukuran 10pt. Untuk naskah dalam Bahasa Indonesia, Abstract dalam Bahasa Inggris, WAJIB diadakan.

Kata kunci: Learning; Spicking; Student.

PENDAHULUAN (SUB TITLE 1)

Gambaran Umum (Sub Title 2)

Panjang Naskah (Sub Title 3)

Panjang naskah adalah 12 sampai de-ngan 15 halaman. Naskah sebaiknya su-dah ditulis dengan aturan tanda hubung dalam Bahasa Indonesia. Untuk menggunakan tanda hubung, pada aplikasi Word, bisa gunakan Page Layout, lalu Hypena-tion.

Naskah terdiri atas 6 bagian pen-ting, yaitu: 1. Judul, abstract, dan key-word; 2. Pendahuluan; 3. Metodologi; 4. Hasil dan Pembahasan; 5. Penutup, sim-pulan, saran; 6. Daf-tar pustaka. Manuscript jurnal tulip tidak menggunakan numbering. Semua ditulis dalam bentuk paragraf.

Isi pendahuluan

Berisi tentang latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan, dan teori yang digunakan. Bagian pendahuluan seba-nyak-banyaknya adalah 35% dari pan-jang seluruh naskah. Ada 3 hal utama yang harus ada di pendahuluan, yaitu: (1) Kondisi ideal dari hasil kognitif dari menghitung atau dalam bentuk lebih umum adalah variabel terikat sebuah penelitian. Rujukan ilmiah sangat diperlukan dalam upaya memperkuat deskripsi mengenai kondisi ideal ini. Biasanya per-aturan pemerintah bisa pula digunakan sebagai rujukan; (2) Kesenjangan antara realita dengan kondisi ideal. Pada ba-gian ini, lebih baik disampaikan data observasi dan pengalaman peneliti da-lam bentuk deskripsi; dan (3) Gagasan untuk meminimalisasi kesenjangan, dilengkapi dengan hasil penelitian sebelumnya yang terkait.

Cara Menulis Rujukan

Dalam menulis rujukan, Jurnal Tulip menggunakan Format.yang ditetapkan. Editor sangat menyarankan penulis untuk menggunakan reference manager, seperti Mendeley, EndNote, atau Zotero. Dalam menulis rujukan, kami menyarankan un-tuk merujuk di akhir pernyataan. Contoh: metode Leraning Spiking for Student (Joursa, 2020). Pendidikan Bahasa Inggris bagi Siswa (Henti, 2019).

Catatan penting: Pada daftar pustaka, sekurangnya ada 3 rujukan Primer, yaitu rujukan yang langsung berhubungan dengan variabel terikat penelitian ini. Contoh Judul: Metode A untuk meningkatkan B. Maka dalam rujukan harus ada 3 rujukan yang langsung merujuk Metode A, dan B, masing-masing. Sekurangnya, ada 10 rujukan yang berasal dari Jurnal Ilmiah. Sekurangnya, ada 15 rujukan yang ada di daftar Pustaka

Tabel dan Gambar

Tabel dan gambar sebaiknya tidak dituliskan lebih dari 3 buah pada setiap manuscript. Tabel dan gambar perlu diadakan jika dirujuk pada batang tubuh artikel. Jika tidak dirujuk, sebaiknya tabel dan gambar tidak perlu dituliskan. Untuk rumus-rumus dan tabel yang sudah umum, tidak perlu ditulis, cukup ditulis hasilnya saja.

Misal, tabel hasil aplikasi SPSS un-tuk uji kenormalan, uji homogenitas, dan uji beda rata-rata, tidak perlu ditampilkan tabelnya, cukup hasilnya saja. Untuk tabel atau gambar, sedapat mungkin di-tulis dalam satu kolom sebagaimana tampak pada Tabel 1 dan Gambar 1.

Tabel 1 Uji Homogenitas Data Awal (contoh)

Levene Statistic df1 df2 Sig.
Mid – test Based on Mean .449 6 211 .845
Based on Median .353 6 211 .907

Gambar 4. Diagram Kognitif (contoh)

Jika tabel atau gambar tidak me-mungkinkan ditulis satu kolom, silakan gunakan Text Box, settinglah menjadi Square pada bagian WRAP TEXT, dan no outline. Letakkan tabel pada bagian bawah halaman, sebagaimana tampak pada Tabel 2.

Table 2. Cuplikan KD dan Deskripsi oleh S4 (Contoh)

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetendi (IPK)
Menjelaskan aspek kognitif yang dimiliki anak usia dini (melalui kata, hafalal, menghitung, dan persamaan). Tentukan definisi relasi.

Sajikan relasi dengan diagram panah.

Sajikan relasi dengan kumpulan nomor pesanan.

Sajikan relasi dengan diagram batang.

Catatan: Jumlah KD berdasarkan Sekolah

METODE

Berisi metode penelitian yang digunakan. Bagian metode sebanyak-banyaknya adalah 10% dari panjang seluruh naskah jika penelitian kuantitatif dan maksimum 15% jika penelitian kualitatif. Penulisan metode sangat bergantung pada jenis penelitian yang dilakukan. Pada Penelitian kualitatif (ini sangat disarankan editor), penulis bisa mendeskripsikan fokus riset yang dilakukan, apakah mencari karakteristik dari subjek, atau mendeskripsikan fenomena. Pada bagian ini silakan tuliskan tahapan penelitian Anda sehingga pertanyaan penelitian terjawab. Pada penelitian pengembangan, penulis harus menuliskan dengan jelas langkah-langkah pengembangan dan target pada setiap tahapan. Pada PTK, penulis harus dapat menunjukkan apa yang dilakukan peneliti pada setiap tahapan yang dilakukan (bukan laporan apa yang sudah dilakukan dalam setiap siklus), termasuk didalamnya adalah indikator keberhasilan penelitian.

Pada setiap akhir bagian metodo-logi, penulis wajib menuliskan keterbata-san penelitian dan riset pengembangan dari penelitian ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Penulisan hasil penelitian sangat bergan-tung kepada jenis penelitiannya. Untuk Penelitian Pengembangan, tuliskan se-mua hasil dari setiap tahapan riset, ter-masuk jika ada flowchart, tuliskan pada bagian ini. Hasil penelitian kuantitatif biasanya menghasilkan tabel hasil anali-sis statistik. Bagian inilah tempat menya-jikan tabel tersebut. Hasil penelitian kua-litatif lebih fleksibel. Penulis penelitian kualitatif dapat menuliskan Data reduction, hasil analisis pada setiap bagian riset, dan temuannya.

Setiap temuan, silakan dibandingkan dengan temuan pada riset serupa sebelumnya (rujukan disarankan kepada jurnal ilmiah yang berusia kurang dari 5 tahun), sehingga temuan penelitian ini jelas, apakah menguatkan riset sebelumnya atau menyajikan temuan baru.

Pembahasan

Bagian ini merupakan elaborasi dari te-muan yang dituliskan pada bagian hasil penelitian. Pada penelitian kualitatif, bagian ini mendeskripsikan makna dari temuan-temuan penelitian ini. Pada penelitian kuantitatif, bagian ini menjelaskan inferensi dari statistika yang disam-paikan di bagian hasil. Pada penelitian PTK, bagian ini menjelaskan proses refleksi penelitian dan rangkuman tindakan yang menggambarkan keberhasilan pembelajaran.

Rujukan dari jurnal terkait penelitian serupa, wajib ada, sebagai bagian dari state of art dari riset ini.

PENUTUP

Simpulan

Simpulan ditulis dalam 1 paragraf.

Saran

Sebuah riset harus menyediakan saran, baik untuk stakeholder maupun riset selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ditulis dalam Format APA, sesuai dengan Standar Mendeley, EndNote, atau Zotero.

Referensi disarankan berasal dari Jurnal Ilmiah berusia sekurangnya 10 tahun untuk rujukan hasil penelitian.

Referensi utama disarankan rujukan yang paling tua. Contoh: rujukan tentang pengulangan dan belajar, merujuk kepada Vygotsky tahun 1918. Rujukan tentang tahapan belajar Bruner, disarankan untuk menggunakan Bruner (1964).

 

Share this Post

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*