Menjaga Substansi Pendidikan Pada Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19

Admin Web/ September 3, 2021/ Artikel Mahasiswa, Berita/ 0 comments

Oleh : Dwi Astutik (Mahasiswi Program Studi PGSD)

Pandemic. Masih terus ada. Covid masih menjadi ancaman dan mimpi buruk untuk para siswa dan pendidik di setiap daerah. Tapi mereka tetap harus bertahan tanpa, pantang menyerah mempertahankan pendidikan. Seperti sebuah ungkapan yang lalu lewat, bahwa pendidikan adalah jalan untuk memberantas kebodohan.

Tantangan yang di hadapi dari pendidik sekarang semakin meningkat dan berkali-lipat. Pada saat sekolah biasa, guru mampu mengorentasi siwa secara langsung, mampu melihat perkembangan siswa secara langsung setiap hari dalam pembelajaran, guru mampu membantu kesulitan siswa saat ada mata pelajaran yang begitu kurang dipahami.

Sekarang guru semakin kesulitan dalam mengontrol perkembangan belajar siswa. Bukan hanya persoalan daya kembang siswa, akan tetapi masalah alat penunjang belajar, baik hp android, tablet atau pun laptop. Di usia pelajar sekolah dasar, bagi orang desa, akan sulit untuk memberikan pemenuhan alat belajar tersebut. Orang tua yang tak begitu memperdulikan pendidikan anaknya, akan menganggap anak hanya sebatas main-main saja, tidak ada manfaat dalam memberikannya hp android. Padahal itu satu-satunya alat yang cukup mudah untuk digunakan berkomunikasi dan belajar. Tantangan dalam pendidikan yang sekarang ini semakin mengkhawatirkan adalah cara mempertahankan pendidikan itu sendiri, proses penyampaian pelajaran, dan cara untuk menciptakan terobosan inovatif guna mempermudah melakukan transformasi pendidikan, ilmu, dan keteladanan bagi siwa.

Selain hal diatas, evaluasi yang di dapatkan dari pihak guru dalam mengajar siswa saat daring, adalah masih menggunakan kurikulum seperti biasanya, cenderung berorientasi pada penyelesaian dan penuntasan kurikulum. Padahal dari pihak atasan sudah mengintruksikan, diperbolehkannya menggunakan kurikulum darurat, yakni kurikulum yang hanya menyampaikan inti dan prasyarat dari pendidikan ke siswa.

Persoalan lain :

  • Guru kesulitan untuk berkomunikasi dengan siswa serta wali siswa.
  • Kemampuan digital guru terbatas.
  • Tidak semua orang tua memahami semua mata pelajaran siswa.
  • Angka putus sekolah semakin meningkat.
  • Sekolah daring dianggap tidak belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Kehilangan tumbuh kembang siswa.
  • Penurunan capaian belajar siwa.
  • Siswa cenderung stress, depresi, dan kurang focus saat belajar daring. Adapun beberapa hikmah yang dapat diambil dari persoalan ini, diantanya :
  • Menyadarkan bahwa pendidikan itu esensinya adalah belajar bukan sekolah.
  • Menyadarkan bahwa rumah menjadi tempat terbaik untuk belajar.
  • Kebijakan merdeka belajar yang dicanangkan dari pemerintah mudah untuk terealisasikan.

 

Share this Post

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*